Sunday, June 27, 2010

Puaaskah Siti Sayang???

Suami saya adalah serorang jurutera, saya mencintai sifatnya yang semulajadi dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.

3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahawa saya mulai merasa letih...lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak pernah saya perolehi. Suami saya jauh berbeza dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahawa saya inginkan penceraian.

"Mengapa?"Dia bertanya dengan nada terkejut.

"Siti letih, Abang tidak pernah cuba memberikan cinta yang saya inginkan." Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang boleh saya harapkan daripadanya? Dan akhirnya dia bertanya.

"Apa yang Abang boleh lakukan untuk mengubah fikiran Siti?" Saya merenung matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.

"Siti ada 1 soalan, kalau Abang temui jawapannya didalam hati Siti, Siti akan mengubah fikiran Siti; Seandainya, Siti menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk Siti?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Abang akan memberikan jawapannya esok." Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menenui selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebiji gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan...

'Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan Abang untuk menjelaskan alasannya." Kalimah pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.

"Siti boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program didalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang supaya boleh membantu Siti untuk memperbaiki program tersebut."

"Siti selalu lupa membawa kunci rumah ketika Siti keluar, dan Abang harus memberikan kaki Abang supaya boleh menendang pintu, dan membuka pintu untuk Siti ketika pulang."

"Siti suka jalan-jalan di shopping complexs tetapi selalu tersasar dan ada ketikanya sesat di tempat-tempat baru yang Siti kunjungi, Abang harus mencari Siti dari satu lot kedai ke satu lot kedai yang lain mencarimu dan membawa Siti pulang ke rumah."

"Siti selalu sengal-sengal badan sewaktu 'teman baik' Siti datang setiap bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memicit dan mengurut kaki Siti yang sengal itu."

"Siti lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau Siti akan menjadi 'pelik'. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan Siti dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal kelakar yang Abang alami."

"Siti selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesihatan mata Siti, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kukumu dan memandikanmu."

"Tangan Abang akan memegang tangan Siti, membimbing menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu."

"Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana, Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang."

"Sayangku, Abang tahu, ada ramai orang yang boleh mencintaimu lebih daripada Abang mencintai Siti."

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata Abang tidak cukup bagi Siti. Abang tidak akan menahan diri Siti mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan Siti."


Airmata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuatkan tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.

"Dan sekarang, Siti telah selesai membaca jawapan Abang. Jika Siti puashati dengan semua jawapan ini, dan tetap inginkan Abang tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri di luar sana menunggu jawapan Siti."

"Puaskah Siti sayangku..?"

"Jika Siti tidak puas hati, sayangku...biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidupmu. Percayalah, bahagia Abang bila Siti bahagia."


Saya terpegun. Segera mata memandang pintu yang terkatup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam 'kewujudan' yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam 'kewujudan' yang tidak pernah kita bayangkan sebelum ini.

Zina dan Keburukannya..

ZINA ialah persetubuhan atau hubungan seksual antara lelaki dan perempuan yang bukan suami istri, mungkin berlaku antara dua orang remaja atau dewasa, mungkin pula antara seorang suami atau istri dengan orang lain yang bukan familinya, dan mungkin pula berlaku diantara dua orang sekeluarga atau sefamili seperti seorang dengan anaknya, anak tirinya, besannya, iparnya, saudaranya, kemenakannya, menantunya, atau cucunya.

Kedua orang penzina, yang lelaki dan yang perempuan, harus disebat 100 kali di muka para penyaksi. Hukuman demikian harus dilaksanakan walaupun terhadap keluarga sendiri. Begitu buruknya zina maka siapa yang kebetulan mengetahui telah berlakunya kejahatan itu harus melaporkannya kepada pihak berkuasa.

Dalam masyarakat kafir, penzinaan dianggap lumrah tetapi dalam Islam sangat terlarang dan memalukan. Jangankan melakukan zina bahkan menuduh orang lain melakukannya sudah dipandang jahat. Kalau yang terjadi di Sweden atas dasar penyelidikan dan pengakuan penduduknya sendiri, maka hukum Islam menjelaskan bahwa tuduhan atas berlakunya perzinaan, lesbian atau homoseks, haruslah dengan mengemukakan empat orang saksi yang dapat memberikan bukti. Pemberian bukti di sini bukanlah berarti keempat orang itu benar-benar telah melihat perbuatan haram telah dilakukan, tetapi cukuplah masing-masingnya memberikan alasan yang menerangkan perbuatan itu telah dilakukan, lalu mereka kuatkan dengan ucapan sumpah atas Nama ALLAH, sebagaimana tercantum dalam Ayat 24/4 sampai dengan 24/9.
 
Jelasnya sebagai berikut:

1. Penuduh harus mengemukakan empat orang pemberi bukti tentang telah berlakunya perzinaan. Jika penuduh tidak dapat mengemukakan empat saksi demikian maka perempuan yang dituduh terbebas dari hukuman, sedangkan penuduh harus dsebat 80 kali sebatan di hadapan para penyaksi.

2. Jika penuduh telah mengemukakan empat orang pemberi bukti maka dia terbebas dan hukuman, sementara itu para petugas hukum harus mencari dan menghadapkan kedua orang pezina, pria dan wanita, ke muka pengadilan yang kemudian menghukum masing-masing penzina itu 100 kali sebatan di hadapan para penyaksi.

3. Jika yang dituduh berzina itu adalah isteri dan penuduh sendiri maka si suami harus bersumpah dengan nama ALLAH empat kali ucapan sumpah kalau kebetulan dia tidak dapat mengemukakan empat orang pemberi bukti. Empat kali sumpah penuduh demikian dapat dijadikan alasan bagi pengadilan melakukan hukuman bagi kedua pezina.

4. Sebaliknya jika isteri yang dituduh berzina itu menolak tuduhan suaminya dengan sumpah empat kali Nama ALLAH, dan kebetulan penuduh tidak dapat mengemukakan empat orang pemberi bukti atas perbuatan mesum istrinya, maka perempuan itu bebas dari hukuman, sementara suami yang menuduh mendapat kemarahan dari ALLAH karena dia mencemarkan nama baik keluarganya sendiri. Dalam hal ini tidak seorang pun yang diberi hukuman sebat.

Dan untuk jelasnya hendaklah disadari bahwa zina adalah perbuatan yang merusak kehidupan masyarakat, karena itu pelakunya haruslah mendapat hukuman di dunia kini juga agar tidak meluas sebagai penyakit menular:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ
وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
24/2. Perempuan pezina dan lelaki pezina, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus cambukan. Janganlah rasa santun menahanmu pada keduanya dalam agama ALLAH jika kamu beriman pada ALLAH dan Hari yang Akhir. Dan hendaklah menyaksikan siksaan keduanya itu sebagian dari orang-orang beriman.
الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
24/3. Lelaki pezina tidak menikahi selain perempuan pezina atau musyrikah, dan perempuan pezina tiada yang
menikahinya selain lelaki pezina atau musyrik. Haram yang demikian atas orang-orang beriman.
Orang yang tidak mencegah perzinaan atau tidak berusaha menghukum pezina menurut Ayat 24/2 maka dia tergolong kafir fasik dan zalim, berdasarkan Ayat 5/44, 5/45, dan 5/47. Karena itu tidaklah benar sikap  perzinaan bagi para hidung belang yang oleh pemerintah dinyatakan agar kejahatan itu tidak meluas. Lokalisasi zina demikian bukannya membatasi kejahatan tetapi sebaliknya pemberian izin dan pembukaan kesempatan bagi kejahatan terkutuk melanggar hukum Ayat Suci di atas tadi.

Ada berbagai sebab timbulnya perzinaan, semuanya dimodali oleh adanya syahwat pada setiap diri manusia, karena itu ALLAH menentukan hukum nikah bagi manusia secara adil efektif maka penduduk yang sengaja tidak melaksanakan hukum nikah dalam Alquran akan menjurus kepada perzinaan, begitu pula tuntutan persamaan hak antara wanita dan pria, juga idea birth control yang dilarang ALLAH.

Karena itu juga dapat difahami kenapa Ayat 6/151 yang melarang pelaksanaan pembatasan kelahiran, ternyata memuat larangan berbuat mesum. Begitu pula Ayat 17/31 yang mengandung larangan sama, diikuti oleh larangan berzina pada Ayat 17/32, karena perbuatan itu adalah cara hidup yang sangat jahat. 
Di antara akibat yang mungkin timbul dari Perzinaan ialah:

a. Penularan penyakit berbahaya yang sangat sulit dibasmi.
b. Merusak susunan dan harmoni rumah tangga yang sudah ada, begitupun ekonomi keluarga.
c. Ketidaktentuan hukum bagi anak yang mungkin dilahirkan serta tanggung jawab, pendidikan, dan perawatan yang berlaku baginya.
d. Permusuhan, dendam, atau perkelahian yang timbul dari fihak yang merasa dirugikan.
e. Kekacauan umum yang mungkin menghancurkan susunan masyarakat beradab.


Kini timbul pertanyaan: bagaimana masalah nikah bagi orang yang telah berzina?

Tentang ini banyak hal yang hanus dibicarakan karena di dalamnya tersangkut lelaki selaku suami atau tidak, dan perempuan selaku istri atau tidak, dalam keadaan hamil atau tidak. Menurut Ayat 24/3 ternyata lelaki dan perempuan yang sudah berzina hanya boleh dinikahkan sesama pezina pula sesudah hukuman cambuk dilaksanakan, atau dinikahkan dengan orang musyrik lain, tidak boleh dinikahkan dengan orang beriman. Berdasarkan Ayat Suci itu nyatalah pezina tergolong musyrik, maka orang musyrik tidak boleh dinikahkan menurut hukum Islam, sejalan dengan maksud Ayat 2/221.

Semoga ketentuan hukum demikian jadi perhatian sesungguhnya di antara para pejabat berkuasa hingga setiap calon mempelai diperiksa lebih dahulu apakah termasuk musyrik atau pezina, dan tidak menikahkan pezina atau musyrik melalui hukum yang berlaku bagi orang-orang beriman.

Bilamana perzinaan baru diketahui sesudah perempuan menghamilkan, maka dia harus dipaksa memberitahukan lelaki yang menzinainya. Setelah lelaki itu ditangkap maka dia langsung dihukum 100 kali cambuk di hadapan para penyaksi. Sementara itu perempuan hamil tadi harus ditahan dalam tempat tahanan tertentu sampai dia melahirkan bayi yang dihamilkannya. Dan sesudah 40 hari kemudiannya, barulah dia dihukum cambuk 100 kali di hadapan para penyaksi.

Jika si terhukum itu masih hidup sesudah disebat 100 kali, dia boleh dinikahkan dengan pezina lain yang juga telah menjalani hukuman atau dengan orang musyrik lain menurut tatacara yang bukan berlaku bagi orang beriman..

p/s : Bagaimanakh kita?? mungkin kita tak terlibat scr langsung dlm artikel ini..tp tanpa kita sedari kita telah terjebak dgn zina kecil..zina hati.. kita selalu ingtkn seseorang melebihi ALLAH yg Esa..Pertuturan kita...Semoga kita semua sentiasa dilindungi..

Kumpulan Hadis-Hadis

Hadist Tentang Menuntut Ilmu

H.R. Muslim
Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. 

H.R. Bukhari
“Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

HR. Ath-Thabrani
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu.

Hadist Tentang Kiamat

HR. Shahih Al-Bukhari
diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Allah berfirman, ‘tiga golongan akan menjadi lawan Ku pada hari kiamat, yaitu :
1. orang yang bersumpah dengan nama-Ku, tetapi mengkhianati sumpahnya
2. orang yang menjual manusia merdeka, dan memakan hasil penjualannya.
3. orang yang memperkerjakan seseorang dan pekerjaan yang diberikan telah dikerjakan olehnya sepenuhnya, tetapi upahnya tidak dibayar.

HR. Bukhari dan Muslim
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Hari kiamat tidak akan datang sebelum sungai Eufrat memunculkan suatu bukit emas yang menimbulkan perang, dimana setiap seratus orang akan mati sembilan puluh sembilan, dan masing-masing orang di antara mereka itu berkata: “Semoga saya yang selamat.”
Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Sungai Eufrat nyaris memunculkan emas yang disimpannya, barangsiapa yang mendapatkannya, maka janganlah ia mengambil sesuatu daripadanya.”

HR. Muslim
Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Nanti pada akhir zaman ada di antara pemimpin-pemimpin kalian yang menabur-naburkan uang dan tidak bisa dihitung.”

Hadist Tentang Taubat

HR. Muslim
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kpd Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya sesungguhnya aku bertaubat dlm sehari sebanyak 100 kali”

HR. Muslim
“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah menerima taubatnya”

HR. At-Tirmidzi
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (nyawanya) belum sampai di kerongkongan

Hadist Tentang Sabar

HR. Al-Hakim
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan pada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar

HR. Al-Bukhari
Sabar yang sebenarnya ialah sabar sabar pada saat bermula tertimpa musibah

HR.Ahmad dan Abu Dawud
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar.

Hadist Tentang Berpacaran

HR. Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu Abbas .r.a
“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.”

HR. Ahmad
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.”

HR. Ath-Thabarani
“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”

HR. Muslim
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.”

Hadist Tentang Kebersihan

HR. Tirmidzi
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi.

HR. Ahmad
Suatu keharusan atas tiap orang muslim mandi dan memakai wewangian serta gosok gigi pada hari Jum’at.

HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi
Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing.

HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud
Barangsiapa tidur dan tangannya masih berbau atau masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu terkena sedikit gangguan penyakit kulit maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri.

HR. Ahmad
Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang.

HR. Ahmad dan Tirmidzi
Janganlah kamu kencing di air yang tidak mengalir kemudian kamu berwudhu dari situ.

HR. Ath-Thahawi
Siapa yang mengenakan pakaian hendaklah dengan yang bersih.

Hadist Tentang Cinta

HR. Abu Dawud
Barang siapa yang mencintai sesuatu karena Allah dan membencinya (juga) karena Allah, maka sungguh imannya itu telah sempurna.

HR. Tirmidzi
Ya Allah! Aku mengharap Cinta-Mu; cinta para hamba yang mencintaimu; dan kecintaan terhadap amal yang bisa mendekatkan diriku pada cinta-Mu.

HR. Muslim
Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku.

HR. Qudsi
Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku

Hadist Tentang Berjabat Tangan

HR. Tabrani
Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut.

Kumpulan Doa-doa

1. Do’a Mohon Keselamatan


Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.” (Qs. Yunus: 85-86).

2. Do’a Mohon Perlindungan


Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Hud: 47).

3.Do’a Mohon Tempat yang Baik


Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong.” (Al-Isra’: 80).

4.Do’a Mohon diberi Kemudahan


Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10).

5. Do’a Kelapangan hati


Artinya: “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 27)

6.Do’a Mohon Terlepas dari Musibah


Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku.” (OS. Al-Mukmin�n: 97-98).

7. Do’a Mohon Kemuliaan


Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh ‘adzab itu adalah kebinasaan yang kekal.” (QS. Al-Furqan: 65).
8.Doa Sholat Dhuha
Doa sesudah sholat dhuha
doa-sholat-dhuha1
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
9. Doa Rabithah
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Mimpi Seorang Gadis

Rakaman ini dipetik dari program Motivasi Pagi -TV 3 (6.30 pagi) oleh Ustazah Noorbayah Mahmood

Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya disorokkan kedalam poket bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. Lalu Rasulullah menegurnya. Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apayang kamu sorokkan di tanganmu?"Lalu gadis malang ini pun menceritakan hal yang berlaku padanya :- 
 "Ya,Rasulullah,sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuatkan aku menanggung kesakitan ini." Balas gadis tadi.
"Jika tidak jadi keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku."Rasulullah mula tertarik dengan penjelasan gadis tersebut."Aku bermimpiberjumpa ibuku di dalam neraka.

Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata." Gadis itu berhenti seketika menahan sebak.

"Kemudian kulihat di tangan kirinya ada seketul keju dan di tangan kanannya ada sehelai tuala kecil. Beliau mengibas-ngibaskan kedua-dua benda tersebut untuk menghalang api dari membakar tubuhnya. Lantas aku bertanya ibuku, kenapadia menerima balasan sebegitu rupa sedangkan ketika hidupnya ibuku adalah seorang hamba yang patuh dengan ajaran islam dan isteri yang taat kepada suaminya?
Lalu ibuku memberitahu bahawa ketika hidupnya dia amat bakhil. Hanya dua benda itu sahaja iaitu seketul keju dan sehelai tuala kecil pernah disedekahkan kepada fakir. Yang lainnya hanya untuk bermuka-muka dan menunjukkan kelebihan hartanya sahaja. Lalu aku terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di syurga dan sedang menjamu penghuni syurga dengan makanan yang lazat dan minuman dari telaga nabi.

Ayahku memang amat terkenal kerana sikapnya yang dermawan dan kuat beramal. Lalu aku bertanya kepada ayahku. "Wahai ayah, ibu sedang kehausan dan menaggung azab di neraka. Tidakkah ayah ingin membantu ibu sedangkan di dunia kulihat ibu amat mentaatimu dan menurut perintah agama.
Lalu dijawab oleh ayahnya. Sesungguhnya beliau dan semua penghuni syurga telah dilarang oleh Allah dari memberi walau setitik air kepada isterinya kerana ituadalah pembalasan untuk kebakhilan yang dilakukan ketika didunia.
Oleh kerana kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas menceduk sedikit air mengguna tapak tangan kananku lalu dibawa ke neraka. Belum sempat air tersebut mencecah bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku sehingga melecur. Seketika itu juga aku tersedar dan mendapati tapak tanganku melecur teruk. Itulah sebabnya aku datang berjumpa engkau ya Rasulullah." Panjang lebar gadis itu bercerita sambil airmatanya tidak henti-henti mengalir dipipi.

Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke tapak tangan gadis tersebut lalu menadah tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah. Jika sekiranya mimpi gadis tersebuta dalah benar maka disembuhkanlah agar menjadi iktibar kepada beliau dan semua umat islam.
Lalu berkat kebesaranNya tangan gadis tersebut sembuh. Rasulullah lantas berkata, "Wahai anakku, pulanglah. Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu. Mudah-mudahan segala dosanya terampun. INSYALLAH"
p/s : iktibar, jgn kedekut.. teringat kata seorang kakak kpd aku.. jgn kedekut..wpun kita ada sedikit dari x ada langsung.. mksdnya, kalu kita ada sedikit pon, sedekahlah + berkongsilah.. apetah lagi kalu kita ada banyak.. kalu tinggal kt umah sewa tu.. time nak makan, ajak la kawan2 rumah makan sekali.. berkat makan berjemaah.. ;)

Kempen Ayuh Solat Sempena Israk Mikraj 1431H

Ramai orang bercakap tentang kualiti dan menginginkan sesuatu yang terbaik. Dan tahap kualiti itu pula berbeza-beza mengikut kemampuan dan pemahaman seseorang. Ada orang yang merasakan rumah teres dua tingkatnya yang sudah diubahsuai adalah yang terbaik, sedangkan ada pemilik banglo yang belum merasai kediaman yang terbaik dan berkualiti, kerana merasakan dia mampu memiliki sebuah villa.


 Begitu juga dalam urusan keduniaan yang lain, dari golongan anak-anak kecil sehinggalah orang tua dan dari sekecil perkara sehinggalah sebesar-besarnya, semuanya mahukan sesuatu yang paling baik.  Keinginan ini adalah disebabkan oleh kepuasan dan kehormatan diri serta mahukan penilaian dari orang lain.

Sebaliknya apakah kita merasakan kepuasan diri dalam beribadah, dan  bagaimana pula penilaian Allah SWT terhadap ibadah itu? Kita bersungguh untuk mendapatkan barang yang berkualiti kerana barang itu  boleh dipegang, dilihat dan dirasa. Tetapi sejauh mana iman kita untuk bersungguh-sungguh mendapat  pahala yang tidak kelihatan, dan berusaha sedaya upaya untuk tidak menambah dosa yang juga tidak kelihatan?

Pahala mendirikan solat tidak boleh dipegang dan tidak kelihatan, tetapi kualiti iman yang tinggi akan meyakini bahawa akan memperoleh lebih 27 darjat jika solat berjemaah. Walaupun pahala itu tidak dapat dipegang dan dilihat, tetapi orang yang khusyuk akan merasai kepuasan hati mendirikan solat. Apakah sama ganjaran pahala untuk orang yang tahap khusyuknya berbeza-beza? Dari Ammar bin Yasir, sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya seorang hamba menunaikan solat tetapi tidak dtulis untuknya seperempat dan tidak sepersepuluh”, (HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Hibban). Sentiasa solat berjemaah dan solat yang  khusyuk itu bermaksud sentiasa menjaga kualiti  ibadah.

Di dalam rahim ibu, sistem pendengaran ialah pancaindera yang pertama berfungsi, kemudian diikuti oleh penglihatan. Setelah manusia lahir, fungsi otak untuk berimaginasi (berangan-angan) lebih aktif dari fungsi lain. Maka gabungan ketiga-tiga fitrah biologi ini sangat membantu untuk manusia memberi fokus terhadap kerja  hariannya. Solat itu adalah kerja, satu perbuatan. Bagaimana fungsi fitrah biologi boleh membantu kekhusyukan dalam solat?

Mendengar satu persatu bacaan sendiri, bermula dari takbir dan semua bacaan pada semua rukun, kemudian mendengar pula semua bacaan imam, termasuk takbir bertukar rukun, otak pasti akan memberi tumpuan kepada apa yang didengar walaupun tidak memahami bacaan itu. Manakala penglihatan yang biasanya ‘meliar’ ketika di luar solat, tetapi otak akan memberi fokus apabila mata terfokus pada tempat sujud sahaja. Proses yang sengaja berusaha kekal melihat pada tempat sujud ini, ini juga dinamakan khusyuk. Dan akan lebih bertambah  tumpuan pada ‘kerja’ solat itu, apabila mengimaginasikan Kaabah, imaginasi syurga dan neraka, serta mengimaginsaikan bentuk-bentuk ayat yang sedang dilafaz ketika solat.

Gabungan semua perkara di atas, perlukan latihan dan diulang-ulang pada solat fardu dan sunat, selain latihan menjaga pergerakan dalam solat. Jika bersenam juga mempunyai kaedah dan displin yang tertentu, tetapi mengapa ramai orang pergerakan solatnya sambil lewa?
Keinginan yang kuat untuk memastikan solat itu sentiasa mencapai kepuasan diri sendiri dan berkualiti, juga perlu kepada latihan dan tersemat dalam minda setiap kali sebelum solat.

Apa yang lebih penting ialah latihan-latihan yang disengajakan ketika solat, sepatutnya melatih minda kita sentiasa fokus dan keinginan yang tinggi untuk melakukan sesuatu perkara. Melatih telinga terhadap bacaan solat, sebagai latihan untuk istiqamah memberi tumpuan akan apa yang didengar. Ramai orang gagal mendapat maklumat kerana gagal mendengar dengan baik. Begitu juga otak yang sentiasa dilatih untuk berimaginasi, sebenarnya dengan sendiri telah merangsang otak kanan. Orang biasa lebih menggunakan otak kiri sedangkan orang hebat selalunya menggunakan kedua-dua otaknya, sedangkan kedua-dua otak boleh diaktifkan ketika solat yang berkualiti.

Oleh : Sekretariat Dakwah & Sosial,
Ikatan Muslimin Malaysia

Pendidikan Seks: Peranan ibu bapa atau siapa??

Berita kematian seorang pelajar perempuan Tingkatan Lima sebuah sekolah menengah di Kota Bharu disyaki akibat pendarahan teruk  kerana keguguran baru-baru ini amat mendukacitakan. Sebuah akhbar menyatakan bahawa si mati adalah pelajar sekolah agama. Pelajar tersebut ponteng sekolah, membonceng motosikal yang dipandu oleh teman lelakinya dan mendaftar masuk ke sebuah resort. Selain isu keguguran daripada hubungan terlarang yang timbul daripada berita ini, ia turut menimbulkan persoalan sejauh mana kawalan keluar masuk remaja kita ke hotel murah dan  rumah tumpangan di negeri yang mendapat jolokan Serambi Mekah itu.

Pada hari yang sama sebuah akhbar melaporkan pakar motivasi, Dr Robiah K Hamzah, berkata hanya melalui pendidikan seks formal di sekolah dapat membantu pelajar memahami isu itu memandangkan ada di kalangan ibu bapa segan untuk membincangkan isu seks secara terbuka dengan anak masing-masing. Tiada cara lain untuk membendung masalah salah laku seksual dan gejala seks bebas melainkan kerajaan mewujudkan modul khas berkaitan pendidikan seks di sekolah yang boleh digunakan mengikut kesesuaian peringkat umur pelajar.

Sememangnya tidak dapat dinafikan bahawa semua pihak harus bertanggungjawab memainkan peranan yang sepatutnya dalam menangani isu yang sudah membarah ini. Ibu bapa di rumah, guru-guru di sekolah, masyarakat di kejiranan dan kerajaan melalui agensi media, teknologi komunikasi, agama, undang-undang dan pendidikan harus berganding bahu menggalas tanggungjawab bersama bagi memastikan misi membasmi gejala memalukan dan merosakkan generasi masa depan ini berjaya dilaksanakan.

Bagaimanapun, ibu bapalah sebenarnya yang memainkan peranan utama dan kritikal. Inilah pengajaran penting yang dapat kita ambil daripada ajaran Islam, khusus dalam topik pendidikan seksual. Dalam banyak nas al-Quran dan Hadith berkaitan pendidikan seksual, ia ditujukan kepada ibu bapa yang bertanggungjawab melaksanakan arahan-arahan tersebut.

Ibu bapa bertanggungjawab mendidik anak-anak mereka, sejak kecil sehingga dewasa, terutamanya ketika mereka meniti usia remaja yang berisiko. Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat, Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil memberikan pengiktirafan lima bintang kepada bapa-bapa di Malaysia. Bagaimanapun, sama ada kriteria yang diambil kira termasuk tanggungjawab mendidik anak remaja atau tidak, tidak dapat dipastikan. Fenomena gejala sosial yang menakutkan kini menyebabkan kita sedikit ragu dengan pengiktirafan itu.
Alasan yang mengatakan ibu bapa segan untuk membincangkan isu seks secara terbuka dengan anak-anak, lalu menuntut peranan itu dialihkan ke pihak sekolah, merupakan alasan yang rapuh. Halangan-halangan yang dihadapi oleh ibu bapa dalam menggalas tugas mendidik anak mereka boleh diatasi jika terdapat program bimbingan dan latihan berterusan bagi membantu ibu bapa, terutama yang bermasalah.

Jika kita mahukan perubahan, maka pendidikan adalah jawapannya. Setiap ibu bapa perlu menambah ilmu pengetahuan dan kemahiran, khusus dalam mendidik anak-anak. Masyarakat pula perlu dididik agar menjadi masyarakat yang prihatin, bertanggungjawab dan memberikan kerjasama dalam mengawal tindakan liar remaja kebelakangan ini. Hanya dengan pendidikan berterusan, di samping penguatkuasaan undang-undang sebagai langkah sokongan, keadaan masyarakat kita akan berubah kepada yang lebih baik.

Segala tumpuan dan sumber seharusnya ditujukan kepada usaha membangunkan upaya ibu bapa untuk mendidik anak-anak remaja mereka. Setiap pasangan yang mahu mendirikan rumahtangga diwajibkan mengikuti kursus perkahwinan. Bagaimanapun, pasangan ini dibiarkan melayari bahtera rumahtangga selepas itu dengan bilangan anak yang semakin bertambah dan dewasa, tanpa apa-apa bimbingan.

Kursus-kursus dan kelas-kelas bimbingan dalam mendidik anak-anak remaja perlu diperhebatkan. Mengikut teori Pembelajaran Dewasa, orang-orang dewasa lebih terdorong untuk belajar jika pembelajaran itu memberi jawapan dan jalan keluar kepada permasalahan yang mereka hadapi. Fenomena remaja liar merupakan masalah yang diperkatakan oleh kebanyakan ibu bapa pada hari ini. Ramai ibu bapa menemui jalan buntu.

Kerajaan dengan kerjasama pertubuhan-pertubuhan sukarela, di samping tanggungjawab sosial syarikat swasta, boleh berganding bahu menjayakan program pendidikan keibubapaan yang memberikan manfaat jangka panjang ini. Sebaik-baiknya program-program pendidikan non-formal ini dilakukan melalui institusi-institusi masjid dan surau. Tenaga-tenaga berkemahiran dalam bidang pendidikan anak-anak remaja perlu turun padang bertemu dengan ibu bapa secara berkala.

Kuliah-kuliah Maghrib di masjid dan surau yang berjalan sekarang adalah program pembelajaran tidak berstruktur. Alangkah baiknya jika ia dinaik taraf, dengan ditambah sesi-sesi bimbingan keibubapaan daripada satu modul yang sempurna dan tersusun untuk mencapai objektif-objektif yang lebih praktikal dan dekat dengan kehidupan harian masyarakat. Jika tempoh setengah jam seminggu tidak mencukupi atau kurang berkesan, maka hujung minggu adalah waktu yang paling sesuai untuk kursus berkenaan dijalankan, sama ada secara mingguan atau bulanan.

Kerajaan melalui Jabatan Agama Negeri dan Jabatan Pendidikan dicadangkan mewujudkan satu program latihan bagi melahirkan pembimbing-pembimbing bertauliah daripada kalangan aktivis pertubuhan-pertubuhan dakwah dan ustaz-ustaz yang berkebolehan, bagi melayakkan mereka menjalankan peranan sebagai jurulatih dan pembimbing ibu bapa di bawah seliaan terus mereka yang pakar dalam bidang berkenaan.

Sesungguhnya pendidikan seks di sekolah tidak dapat menggantikan peranan kritikal ibu bapa dalam soal gejala yang banyak berlaku di luar waktu persekolahan ini. Pakar-pakar psikologi, sosiologi, kesihatan seksual dan pendidikan yang beragama Islam harus mengambil usaha serius untuk mengkaji masalah ini daripada perspektif Islam yang menyeluruh agar cadangan penyelesaian yang dikemukakan itu bersesuaian dengan budaya masyarakat kita, lebih lengkap dan tidak bersifat “jalan pintas” dengan mencedok bulat-bulat pengalaman orang-orang Barat.


oleh :
Ustaz Mohd Hazizi bin Abdul Rahman,
Ketua Biro Media & Penerangan ISMA
http://ustazhazizi.wordpress.com/